15 Maret 2021
Rumah Betang Uluk Palin
Rumah betang
(rumah panjang) uluk palin terletak di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Rumah
betang ini berukuran panjang 268 meter, tinggi 5-6 meter, dan memiliki 53 bilik
rumah. Menurut data pada tahun 2007, rumah betang uluk palin dihuni lebih dari
500 jiwa yang terdiri atas sekitar 130 kepala
keluarga. Tidak
diketahui persis pada tahun berapa rumah betang ini pertama kali dibangun.
Namun, diperkirakan rumah ini pertama kali didirikan oleh komunitas Tamambaloh
Apalin pada tahun 1800-an. Kemudian, rumah betang ini pernah diperbaiki pada
1940-an karena kebakaran. Rumah betang ini juga telah tiga kali berpindah
lokasi karena menyesuaikan dengan perubahan alur Sungai Uluk dan Sungai Nyabau
akibat erosi. Dalam tradisi Dayak, rumah betang—dan hutan—adalah pusat
sekaligus bagian terpenting semesta kehidupan. Seperti jika kita mengucapkan
kata “kampung”, “pulang”, “rumah”; rumah betanglah yang diingat oleh masyarakat
Dayak. Bagi mereka, rumah betang juga merupakan pemersatu. Di sanalah mereka
berkerabat dan bertradisi. Di rumah betanglah tradisi Dayak terpelihara. Rumah
betang adalah kekayaan budaya Indonesia. Namun, pada Sabtu 13 September 2014
malam rumah betang uluk palin terbakar. Tidak ada yang tersisa dari rumah
betang yang terpanjang dan tertua di seantero Kalimantan itu. Masyarakat
bersedih karena kehilangan tempat tinggal. Lebih dari itu, masyarakat
Kalimantan bersedih karena rumah betang uluk palin merupakan cagar budaya yang
sangat penting.
(Sumber:
nationalgeographic.co.id)
TUGAS (1) dikerjakan di buku B. INDONESIA
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan berdiskusi bersama teman-teman kelompokmu.
1. Ceritakanlah
secara singkat peristiwa pada teks “Rumah Betang Uluk Palin”.
2. Apa keunikan
rumah betang?
3. Apa keunikan
rumah adat di daerahmu?
4. Keunikan
rumah betang uluk palin.


Posting Komentar