Sudahkah Kamu Masuk Masa Pubertas?
Masa pubertas dapat dibedakan
dengan masa kanak-kanak atau anak-anak. Untuk mengetahui kamu saat ini sudah
memasuki masa pubertas atau masih anak-anak, dapat kamu lakukan dengan menjawab
secara jujur pertanyaan-pertanyaan dalam tabel berikut.
Jika jawaban lebih banyak pada
kolom “Sudah” berarti kesimpulannya kamu sudah memasuki masa pubertas.
Sebaliknya, jika jawaban lebih banyak pada kolom “Belum” berarti kamu masih
anak-anak (kanak-kanak).
Unsur-Unsur Tari
Unsur utama seni tari adalah
unsur esensial dan pokok yang harus melekat dalam sebuah tarian. Apabila salah
satu dari unsur ini hilang atau tidak diperhatikan, maka suatu pertunjukkan
sendratari tidak akan harmonis. Rasanya ada yang kurang, bahkan bisa jadi
penonton tidak lagi dapat mengerti maksud dari tarian tersebut.
Unsur Utama
1.
Wiraga (raga)
Wiraga dalam
bahasa Jawa berarti raga, yang dalam konteks seni tari biasa dikenal dengan
gerakan. Tarian harus menonjolkan gerakan tubuh yang dinamis, ritmis, dan
estetis. Meskipun, memang tidak semua gerakan dalam suatu seni tari memiliki
maksud tertentu. Gerak biasa atau gerak murni adalah gerakan dalam sebuah
tarian yang tidak memilki maksud tertentu, sedangkan gerak maknawi adalah
gerakan dalam sebuah tarian yang memiliki makna mendalam dan memiliki maksud
tertentu.
Secara umum,
melalui gerakan penari, penonton bisa menebak karakter yang dimainkan. Misalnya
gerak memutar pergelangan tangan pada tari yang dibawakan oleh wanita memiliki
arti keluwesan atau kelembutan. Begitu pula gerakan berdecak pinggang pada tari
yang dibawakan oleh pria bisa memiliki arti wibawa dan kekuasaan.
Tanpa gerakan,
sebuah seni tari tidak memiliki makna dan menjadi hampa karena memang yang
namanya tari harus ada unsur gerakan. Maka dari itu, wiraga termasuk ke dalam
unsur utama sebuah seni tari.
2.
Wirama (irama)
Tidak mungkin
sebuah seni tari hanya melulu penari bergerak kesana kemari tanpa adanya musik
yang mengiringi. Musik berfungsi untuk mengiringi gerakan penari. Dengan adanya
musik, suatu gerakan akan lebih memiliki makna karena tercipta suasana
tertentu.
Seorang penari
harus bisa menari sesuai dengan irama, ketukan, dan tempo pengiringnya sehingga
bisa harmonis dan estetis di mata penonton. Selain itu, irama juga bisa sebagai
isyarat bagi penari kapan harus memulai atau mengganti sebuah gerakan. Hal ini
sangat berguna ketika sebuah tarian dibawakan oleh banyak penari sehingga
setiap penari tidak tergantung gerakannnya pada penari lain tetapi bisa
menyamakan sendiri dengan irama pengiring.
Irama yang
digunakan bisa berupa rekaman (biasa digunakan untuk kepentingan pendidikan)
ataupun iringan langsung dari instrumen musik (seperti gamelan, kecapi, atau
alat musik tradisional lain). Namun, tidak menutup kemungkinan irama yang
mengiringi tarian berupa tepukan tangan, hentakan kaki, maupun nyanyian. Apapun
bentuknya, irama digunakan sebagai pelengkap sebuah gerakan tari. Meskipun
berfungsi sebagai pengiring, irama juga termasuk ke dalam unsur utama.
3.
Wirasa (rasa)
Seni tari
harus bisa menyampaikan pesan dan suasana perasaan kepada penonton melalui
gerakan dan ekspresi penari. Oleh karena itu, seorang penari harus bisa
menjiwai dan mengeskpresikan tarian tersebut melalui mimik wajah dan pendalaman
karakter. Sebagai contoh, apabila karakter yang dimainkan adalah gadis desa
yang lembut maka selain gerakan yang lemah gemulai, penari juga harus
menampilkan mimik wajah yang mendukung.
Unsur ini akan
makin menguatkan suasana, karakter, dan estetika sebuah seni tari bila
dikombinasikan dengan irama dan gerakan yang mendukung. Dengan adanya rasa
dalam sebuah tari, penonton bisa makin mudah menangkap maksud tertentu yang
ingin disampaikan oleh penari. Maka, unsur rasa ini tidak dapat terlepas dari
unsur esensial seni tari. Tanpa adanya rasa, makna tarian tidak akan dapat
tersampaikan kepada penonton. Baca juga: Keindahan Seni Tari
Unsur Tambahan
Setelah
mengetahui unsur utama yang harus ada dalam sebuah tarian, alangkah baiknya
bila kita juga mengetahui unsur tambahannya. Memang, unsur ini adalah pelengkap
dari ketiga unsur unsur seni tari di atas tapi tidak serta merta dapat
diabaikan begitu saja karena unsur ini sangat mendukung sebuah tarian. Bisa
jadi, apabila beberapa unsur tambahan ini tidak diperhatikan juga dapat
mempengaruhi keberhasilan sebuah pertunjukkan sendaratari.
1.
Tata Rias dan Kostum
Tidak mungkin
sebuah pertunjukkan tarian menampilkan penari dengan kostum dan riasan
seadanya. Pasti ada riasan khusus dan kostum yang sesuai dengan tarian dan
karakter yang dibawakan oleh penari. Unsur ini mendukung terciptanya suasana
tarian dan menyampaikan karakter serta pesan secara tersirat.
2.
Pola Lantai
Tarian akan
indah apabila penari bisa menguasai pola lantai. Tidak hanya melulu berada di
tengah panggung tapi juga bergerak kesana kemari sehingga tidak membuat
penonton bosan karena monoton. Hal ini juga sangat penting untuk tarian yang
dibawakan oleh banyak penari supaya antar penari tidak saling bertabrakan
sehingga gerakan yang ditampilakan dapat selaras, kompak, dan teratur.
3.
Setting Panggung
Seni
pertunjukkan tari yang baik akan memperhatikan pengaturan panggungnya. Hal ini
penting karena dengan adanya panggung yang sesuai tarian, tidak terlalu sempit,
dan tertata rapi akan menimbulkan kesan pada penonton. Setting panggung yang
dimaksud juga termasuk pencahayaan. Sekiranya, panggung sendratari tidak
terlalu terang tetapi juga tidak terlalu gelap. Intinya, penata ruangan harus
bisa menyesuaikan dengan tari yang akan dibawakan.
4.
Properti
Dalam tarian
tertentu, penari akan membawa properti. Properti ini merupakan alat pendukung
seperti selendang, piring, payung, lilin. Meskipun memang tidak semua tarian
menggunakan properti, unsur ini juga perlu diperhatikan untuk mendukung
visualisasi tarian.
Tugas!
Carilah video tari daerah di
youtube atau kaset CD , Kemudian amati dan lengkapi tabel berikut!
SELAMAT MENGERJAKAN !!!



Posting Komentar