Bacalah teks berikut !
Sahabat Tak
Terpisahkan
Hanni dan Duwi telah berteman
lama sekali. Sejak belum bersekolah, mereka sering menghabiskan waktu di sore
hari untuk bermain bersama. Semua tahu bahwa Hanni dan Duwi tak terpisahkan.
Persahabatan mereka tetap terjalin erat, sampai kini mereka telah duduk di
kelas 6, di sekolah yang sama.
Dulu, banyak teman yang meragukan
bahwa persahabatan Hanni dan Duwi akan bertahan lama, karena latar belakang
keluarga mereka yang jauh berbeda. Hanni adalah anak seorang pengrajin batik
yang sukses. Walaupun mulai dengan membatik sendiri, kemudian memiliki beberapa
pegawai, sekarang usaha orang tua Hanni sudah berkembang sangat pesat. Mereka sudah
memiliki beberapa cabang toko batik di kota untuk memasarkan batik karya
mereka. Pegawainya juga semakin banyak. Sementara Duwi, adalah anak seorang
penjual kue yang sederhana. Ketika kecil dulu, tiap sore Duwi ikut ibunya
menjajakan kue kepada para pekerja di pendopo batik milik orang tua Hanni. Di
sanalah Hanni berkenalan dengan Duwi. Waktu kecil dulu, mereka sangat menikmati
saat-saat itu. Namanya anak-anak, perbedaan latar belakang pun tak dirisaukan.
Permainan mereka tetap saja asyik. Petak umpet, petak jongkok, rumah-rumahan,
atau masak-masakan.
Tetapi, yang membuat persahabatan
mereka bertahan lama adalah sikap Hanni dan Duwi yang saling menghargai satu
sama lain. Hanni tidak pernah menganggap dirinya berbeda dengan Duwi. Bukan
hanya Duwi yang bermain ke pendopo batik Hanni, tetapi Hanni pun tak sungkan
bermain ke rumah sederhana milik keluarga Duwi. Ia malah menikmati makan siang
atau makan jajanan sore di rumah Duwi. Memang, ibu Duwi pandai memasak. Namanya
juga penjaja kue, pasti pandai juga membuat aneka masakan. Hanni justru senang
dengan kedekatan dan kesederhanaan suasana di keluarga Duwi. Acara makan bersama yang selalu ramai penuh
cerita, karena semua hadir dengan kisah masing-masing.
Sebaliknya, ketika Duwi bermain
ke rumah Hanni, tidak dirasanya minder sedikit pun. Ayah dan ibu Hanni tidak
pernah juga memperlakukan Duwi super istimewa karena Duwi anak penjaja kue.
Santai saja Duwi membaca-baca koleksi buku cerita Hanni di kamarnya ketika
Hanni sedang melakukan hal lain. Kadang-kadang Duwi pun ikut membantu ketika
Hanni harus melipat lipat batik dan memasukkannya ke dalam plastik sebelum siap
dikirim ke toko. Duwi kagum dengan Hanni dan keluarganya. Walaupun punya banyak
pegawai, Hanni dan saudara-saudaranya tetap terlibat untuk membantu usaha orang
tuanya. Membantu sesuai usia dan kemampuan. Terlihat bahwa mereka meraih sukses
memang karena kerja keras.
Begitulah sahabat, tak ada
kata-kata yang perlu diucapkan untuk menyatakan sayang pada sahabat. Hanya
diperlukan sikap yang tulus, tak pandang perbedaan, saling menghargai, dan
saling belajar. Rasa sayang yang tulus pada sahabat akan membentuk pertemanan
yang indah dan tak terpisahkan.
Tugas 1
Berdasarkan
cerita di atas, diskusikan pertanyaan berikut!
1.
Apa perbedaan yang terlihat antara Hanni dan
Duwi?
2.
Bagaimana Hanni bersikap terhadap Duwi?
3.
Bagaimana sikap keluarga Hanni kepada Duwi?
4.
Bagaimana Duwi bersikap terhadap Hanni?
5.
Bagaimana sikap keluarga Duwi terhadap Hanni?
6.
Apa yang bisa kita contoh dari Hanni?
7.
Apa yang bisa kita contoh dari Duwi?
Tugas 2
Hanni dan
Duwi berbeda latar belakang ekonomi keluarga. Namun demikian, mereka tetap
berteman baik. Hanni tetap menghargai Duwi dan tidak bersikap sombong. Hanni
belajar kesederhanaan dari Duwi. Duwi menghargai Hanni dan tidak malu berteman
dengannya. Duwi belajar sikap tidak sombong dari Hanni.
Ceritakan
perasaanmu setelah membaca cerita Hanni dan Duwi dalam kotak berikut!
SELAMAT MENGERJAKAN !!!



Posting Komentar