Kamuflase
Hewan ini menyesuaikan diri dengan kondisi tempat yang
sesuai dengan tubuhnya, misalnya belalang daun dan belalang sembah. Belalang
sering hinggap pada daun untuk menyesuaikan warna dan bentuk tubuhnya.
Mimikri
Bunglon menyesuaikan diri dengan mengubah warna kulitnya
sesuai dengan tempatnya berada. Misalnya ketika bunglon berada di batang kayu, warna
kulitnya berubah dari hijau menjadi kecokelatan dan kehitaman atau sebaliknya.
Perubahan warna ini membuat bunglon mampu membaur dengan lingkungan.
Autotomi (Melepas Bagian Tubuh)
Untuk melindungi dirinya, cecak dan kadal melepaskan
ekornya. Cara ini disebut autotomi. Ekor yang telah putus akan tumbuh lagi
seperti semula.
Menggulungkan Diri
Trenggiling melakukan penyesuaian diri dengan menggulungkan
tubuhnya membentuk spiral. Cara ini dilakukan untuk melindungi diri dari
serangan musuh. Contoh hewan lain yang menggulungkan diri adalah lipan.
Menyemburkan cairan hitam (tinta)
Cumi-cumi melindungi diri dari musuhnya dengan cara
menyemburkan cairan, seperti tinta ke dalam air. Hal ini menyebabkan musuh yang
menyerangnya tidak dapat melihatnya dan ia dapat berenang dengan cepat untuk
menghindari musuhnya tersebut.
Mengeluarkan bau yang sangat menyengat
Walang sangit merupakan hewan dalam kelompok serangga.
Walang sangit hinggap di dedaunan untuk mencari makanan. Walang sangit dapat
mengeluarkan bau yang sangat menyengat. Bau ini untuk megusir musuhnya.
Berduri dan kaku
Landak mempunyai kulit berduri dan kaku. Saat menghadapi
bahaya, landak mengembangkan durinya.Selain itu, landak juga berusaha
membelakangi musuh. Dengan demikian, apabila musuhnya menyerang, tubuh musuh
akan tertusuk duri. Walaupun duri landak ini tidak beracun, tetapi dapat
membuat lawannya terluka.
Sengat beracun
Kalajengking melindungi dirinya dari musuh dengan
menggunakan sengatnya. Sengatnya ini mengandung racun yang dapat membunuh
musuhnya. Selain kelajengking, hewan lain yang menggunakan zat racun untuk
melindungi dirinya dari serangan musuh adalah, kelabang, lebah, dan ular.
Berpura-pura mati
Kecoak, Musang, Kumbang dan Ular tak berbisa. Hewan-hewan
tersebut akan berpura-pura mati jika diseran oleh musuh. Hal ini dilakukan
untuk mengelabui musuhnya. Jika musuh sudah pergi, hewan tersebut segera
melarikan diri.
Muncul kepermukaan untuk bernapas
Paus adalah mamalia yang hidup di air. Seperti hewan mamalia
yang lain, walaupun hidup di air paus bernapas menggunakan paru-paru. Padahal
paru-paru tidak dapat mengambil oksigen dari air. Paus dan semua mamalia yang
hidup di air, kurang lebih tiap tiga puluh menit muncul ke permukaan air untuk
menghirup oksigen. Mungkin kalian pernah melihat bagaimana perilaku paus lewat
siaran televisi. Ketika muncul ke permukaan air laut, paus mengeluarkan sisa
pernapasan berupa karbondioksida dan uap air yang sudah jenuh dengan air
sehingga terlihat seperti air mancur. Setelah itu paus menghirup udara
sebanyak-banyaknya sehingga paru-parunya penuh dengan udara.
Tugas !
Setelah membaca rangkuman materi diatas, jawablah pertanyaan berikut dengan benar! untuk soal ditulis juga di buku tema. Setelah selesai menjawab difoto dan dikirim lewat wa.
- a. Cecak
- b. Ikan paus
- c. Musang
- d. Landak
- e. Bunglon
- f. Belalang daun
- g. Trenggiling
- h. Cumi-cumi
- i. Kalajengking
- j. Kecoak


Posting Komentar